Artikel Terbaru »

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Dongeng Untuk Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Dongeng Untuk Anak. Tampilkan semua postingan

Sawo Matang Rara | Dongen Untuk Anak

Kamis, 10 Juni 2010

Sudah beberapa hari ini ada yang aneh dengan tingkah laku Rara. Wajahnya terlihat murung. Tingkahnya uring-uringan. Mulutnya lebih sering terlihat mengerucut. Satu lagi, Rara selalu berlama-lama ketika mandi.



Dua hari yang lalu Rara bahkan minta dibelikan sponge untuk mandi. Sabun mandinya pun tidak lagi sabun mandi anti kuman tetapi sabun mandi seperti yang iklannya ditayangkan di televisi.



“Bu, kenapa sih, kulit Rara tidak putih seperti Kimi?” tanya Rara pada suatu sore sehabis mandi. “Padahal setiap kali mandi sudah Rara gosok pakai sponge.”

Ibu yang baru saja selesai menggoreng pisang menatap Rara dengan heran.

“Lohh.. Ayah Kimi kan orang Jepang, Ra, wajar dong kalau kulit Kimi putih,” jawab Ibu.

“Kenapa dulu Ibu tidak menikah saja dengan orang Jepang supaya kulit Rara putih?”

“Aduuhh.. Rara... Kalau Ibu menikah dengan orang Jepang yang lahir bukan Rara dong..,” Ibu menjawab sambil menahan senyum.

“Terus.. Kenapa kulit Rara tidak seperti kulit Ibu? Kenapa warnanya hitam seperti kulit Ayah?”

“Aduuhh.. Rara sayang.. Warna kulit Rara itu bukan hitam sayang.. tapi sawo matang..,” Ibu menjelaskan dengan sabar. “Memangnya kenapa Rara tiba-tiba ingin mempunyai kulit putih?”

Sesaat Rara terdiam. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya berkata, “kalau kulitnya putih kan cantik, Bu.. Ibu lihat deh, yang jadi fotomodel di majalah kulitnya putih. Pembawa acara di televisi dan bintang iklan juga putih. Rara kepengen kulit Rara putih, Bu.. Kalau Sawo matang begini kan jelek…Gimana sih Bu, supaya kulit Rara berubah jadi putih?” tanyanya.

Sekarang giliran Ibu yang terdiam. Ooo.. ternyata tingkah Rara yang uring-uringan, minta dibelikan sponge untuk mandi dan berlama-lama di kamar mandi rupanya karena Rara ingin mempunyai kulit berwarna putih.

“Kalau semua orang berkulit putih nanti malah jadi lucu dong, Ra,” kata Ibu. “Coba deh Rara bayangkan, seisi dunia ini kulitnya putih semua.. wahhh... Bosan kan? Justru karena ada yang berkulit putih dan ada yang berkulit gelap maka dunia ini jadi tidak membosankan,” Ibu menjelaskan panjang lebar.

Rara hanya diam kemudian beranjak masuk ke kamarnya. Sambil membawa piring berisi pisang goreng ke meja makan, Ibu sibuk mencari-cari cara agar Rara tidak lagi sedih dengan kulitnya yang sawo matang.

Hari Minggu siang, ibu mengajak Rara ke toko buku. Rara memang hobi membaca. Sebulan sekali ibu selalu membelikan buku baru untuk Rara.

“Eh, Ra, lihat deh tante yang berdiri di ujung rak. Cantik ya?” kata Ibu dengan suara pelan sambil mencolek lengan Rara. Rara memandang ke arah yang ditunjuk ibu kemudian menganggukkan kepalanya. “Padahal kulitnya sawo matang lohh..” kata Ibu lagi.

“Tuh, lihat.. Warna kulitnya sama seperti Rara kan?” Ibu melanjutkan kata-katanya. “Malah kelihatannya lebih gelap daripada warna kulit Rara.”

Rara kembali menganggukkan kepala.

“Coba deh Rara perhatikan baik-baik. Dia itu kan suka muncul di televisi.” Ibu kemudian menyebutkan sebuah acara yang ditayangkan di salah satu televisi swasta.

Mata Rara terbelalak kaget. “Eh, iya ya, Bu.. Kok kalau di televisi kelihatannya kulitnya putih..”

“Sebelum tampil di televisi itu kan di make-up dulu supaya terlihat cantik dan menarik,” Ibu menjelaskan. “Jadiii.. kalau di televisi terlihat putih dan cantik belum tentu aslinya seperti itu, Ra.”

Rara mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Nahh.. Coba sekarang Rara baca ini,” kata Ibu sambil menyodorkan sebuah majalah wanita. Di halaman yang terbuka itu tampak foto seorang fotomodel terkenal.

Dengan suara perlahan Rara mulai membaca bagian yang ditunjuk ibu.

… Aku tidak ingin berkulit putih. Aku justru bangga dengan kulitku yang sawo matang ini. Setiap kali ada majalah yang mencari model yang “Indonesia banget” mereka pasti ingat aku. Jadi kulit gelapku ini justru membawa keberuntungan bagiku..

Wajah Rara berubah menjadi cerah. “Nggg.. Rara nggak pengen lagi punya kulit putih, deh, Bu. Kaya’ gini juga gak apa-apa.”

Sambil tersenyum dan mencubit pipi Rara, ibu berkata, “Yang paling penting adalah Rara harus menjaga kebersihan kulit supaya kulit tetap sehat.”

“Oke deh, Bu!” kata Rara sambil tersenyum lebar.

Ayah, Si Buruk Rupa | Dongeng Untuk Anak

Rabu, 09 Juni 2010

Selama ini aku selalu berhasil melarang Ayah datang ke sekolah: mengantar, menjemput, atau untuk keperluan lain. Tentu saja aku tidak terang-terangan melarang. Aku punya cara supaya Ayah tidak merasa aku larang ke sekolah. Seperti musim pengambilan rapor kemarin dulu, misalnya.



“Ibu saja yang mengambil rapor, Yah. Ayah ‘kan capek,” kataku ketika itu.
“Tapi besok ‘kan Sabtu. Ayah libur, tidak ke mana-mana.”
“Setiap hari Ayah ‘kan kerja, cuma libur hari Sabtu dan Minggu. Jadi, Sabtu dan Minggu jatah Ayah duduk manis di rumah, baca-baca, nonton tivi, atau siram-siram bunga. Tenang saja, Yah. Dijamin, pokoknya raporku keren,” kataku mencoba ‘melarang’ Ayah ke sekolah.
“Oke, deh,” jawab Ayah dengan gayanya yang khas.
“Yes!” aku berteriak –dalam hati, tapi-- sambil mengepalkan tangan.
Kadang-kadang aku suka merasa berdosa karena sering menghalang-halangi Ayah ke sekolah. Habis, aku harus bagaimana. Kalau Ayah ke sekolah, semua temanku akan tahu penampilan ayahku tidak cool seperti ayah mereka. Bukan karena tidak bisa berdandan, tapi karena Ayah memang tidak menarik, baik wajah maupun postur tubuhnya. Sudah tidak tampan, kurus pula.
Aku tak habis pikir, bagaimana Ibu yang begitu cantik mau menikah dengan Ayah yang … ah, tidak tega aku menyebutnya. Ayah dan Ibu memang sungguh berbeda. Seperti langit dan comberan, begitu istilah Ayah setiap mengatakan perbedaan dirinya dan Ibu –tentu saja dengan nada bercanda. Langit dan bumi saja sudah jauh, apalagi dibandingkan dengan comberan –yang letaknya tentu lebih rendah dari permukaan bumi.
Kulit Ibu putih, bersih, tidak ada noda sedikit pun. Ibaratnya, kalau Ibu minum kopi, kopinya akan kelihatan meluncur dari mulut ke perut lewat lehernya yang indah itu. Sebaliknya, kulit Ayah hitam. Sudah hitam, banyak pulaunya.
“Yang ini bekas jatuh waktu mengejar layangan, yang ini diseruduk sepeda, yang ini kena petasan, yang ini disosor bebek, yang ini…” kata Ayah menunjuk peta pulau di kakinya dan menjelaskan bagaimana pulau-pulau itu didapat.
Ayah menjelaskan itu dengan riang gembira. Seolah-olah pulau-pulau di kakinya adalah sesuatu yang indah dan harus dibanggakan.
“Ayah norak, ih!”
Ayah malah tertawa. Sebelnya, Ibu juga ikut tertawa.
“Tahu tidak, selain kaki dengan pulau seribu ini, Ayah juga punya karunia lain yang sangat besar dari Tuhan. Karunia itu adalah wajah dan kulit Ayah.”
Mulutku menganga, mataku melotot. Tapi Ayah malah tertawa berderai.
“Kamu tahu apa maksud Ayah?” tanya Ibu ikut campur.

Aku menggeleng. Dengan gaya dibuat-buat, Ayah menjelaskan.
“Wajah Ayah adalah pemberian Tuhan. Ayah sudah seperti ini sejak bayi. Memang, Ayah bisa operasi plastik supaya wajah ini kelihatan tampan. Sayangnya Ayah tidak kaya. Seandainya kaya pun, Ayah tak mau operasi plastik. Lebih baik wajah Ayah tetap seperti ini daripada Ayah harus mengumpulkan ember dan tas kresek bekas dan membawanya ke dokter untuk modal operasi wajah Ayah. Jangan-jangan plastik-plastik bekas tadi akan meleleh kalau kena matahari. Hiii, seraam…”
Ayah dan Ibu tertawa. Menyebalkan. Huh!
“Kalau Ayah tidak boleh kena matahari, bagaimana kita bisa hidup. Ayah ‘kan tukang pos. Setiap hari harus berpanas-panas ke sana-kemari mengantar surat. Dari kerja itulah Ayah mendapat uang yang kita pakai untuk macam-macam: mulai dari makan sehari-hari, beli pakaian, bayar listrik, bayar sekolah, dan masih banyak lagi…” ujar Ibu melanjutkan.

Deg! Aku merasa nafasku sesak. Dan mataku terasa panas.Tiba-tiba begitu saja aku menubruk Ayah, memeluk, dan menciuminya.Di sela-sela tangis, aku cuma bisa berkata:
“Maafkan Cantika, Ayah…”
Ya, Ibu benar. Setiap hari Ayah berpanas-panas mengantar surat. Meskipun sudah ditutupi jaket, tetap saja kulit Ayah hitam. Dari kulit yang hitam terbakar matahari itu entah berapa liter keringat yang mengucur. Keringat itulah yang membuat aku bisa terus sekolah. Lalu, apa alasanku untuk tidak membanggakan orang itu, ayahku sendiri, yang telah bekerja keras demi aku, anaknya.
“Lho, lho, lho, ada apa ini?” kata Ayah sambil menerima pelukanku.
“Cantika, Cantika… Ayah bangga bisa berkumpul dengan kalian, bidadari-bidadari yang cantik. Ini anugerah Tuhan yang sangat besar. Tuhan sudah mengatur semuanya. Ayah yang buruk rupa ini bersanding dengan ibumu yang manis-ayu-cantik jelita. Kalau dua-duanya buruk rupa, ho ho ho, bagaimana Ayah bisa memperbaiki keturunan. Salah-salah wajah kamu bisa kotak-kot

Istana Bunga | Dongeng Untuk Anak

Jumat, 04 Juni 2010

Hay Semua ... artikel kali ini lebih saya peruntukan bagi anda yang sudah menjadi orang tua .. karna posting kali ini adalah suatu dongen ... yang dimana pasti'a baik untuk si kecil , terutama saat mau bobo ...


Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.

Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya, "Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!"
Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.
"Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!" usir Raja.
Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, "Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!"

Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.

Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
"Silakan masuk, Anak Muda," sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya, "Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan."

Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu.

Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. "Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan."
"Amalan apa itu, Panembahan?" tanya Kusmantari.
"Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka."

Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka.
"Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati," pesan Panembahan Manraba.

Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran.

Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan.
"Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini."
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana."

Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu.

Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.

 
 
 

Saya Sarankan Baca Ini

Cara Jitu Meningkatkan Rangking Alexa
Halo sobat , artikel saya kali ini adalah tentang Cara Jitu Meningkatkan Rangkin Alexa ... saya preibadi sebenarnya rada malu dan berat juga menuliskan artikel ini . karna rangking alexa blog ini pun masih jauh dari kata WAW hahaha tapi jujur dulu saya punya sebuah blog google page rank'a 3 alexa rangking'a 8 RATUS berapa gitu saya lupa . tapi blog saya itu hancur seketika , google page rank menjadi n/a alexa jadi 3 jt ann , semua acak"n buku tamu dll wah saya sedih saat itu tapi akhir'a saya mencoba kembali dari awal , dan saya membuat blog ini " agh pasti kalian yang baca artikel ini sudah bosan " tapi jangan bosan dulu karna saya akan berikan tips saya sewaktu saya meningkatkan rangking alexa blog saya yang dulu ...

Recent Comment

Recent Viewers

Berita Artis Lokal Berita Dari Indonesia Berita International Berita Kesehatan Berita Politik Foot Ball Hot News Internet Dongeng Iklan Baris Gratis Movie  Musisi Piala Dunia CINEMA Rahasia Jadi Seleb Di Blog SEO Software Download Software Percepat Koneksi Internet Top Download Tips And Tricks Resensi Film  

Share

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Dapatkan Berita Terbaru Dari Chilao News , langsung ke email anda !

Gabung Yuk

Anda Suka Dengan Blog Ini ??? Ayoo Segera lah gabung Di komunitas blog ini !!! Join My Community at MyBloglog!

Artikel Terpopuler

Resensi Film Inception
Dom Cobb (Leonardo DiCaprio), seorang pencuri yang terampil dan terbaik, mencuri rahasia berharga dari pikiran bawah sadar yaitu mimpi. Cobb telah membuat kemampuan langkanya untuk menjadi pencuri bergensi di dunia tetapi juga membuatnya menjadi buronan internasional dan mengorbankan semua yang ia cintai Saat ini Cobb ditawari dibebaskan dari tuduhan kriminal panjangnya. Tugas terakhir ini akan mengembalikan kehidupan normalnya hanya jika dia bisa melakukan hal yang mustahil...

Hot Artikel

Ada Rencana Aksi Pembakaran Al-quran ?
Hello all ... Mungkin bagi sebagian orang sudah mengetahui tetnang rencana pembakaran al-quran. Namun jujur saja saya baru tau tantang berita ini. ahahaha kuno yah , engga uptodate ehehehe siapa sih yang sebanarnya yang mau membakar al-quran ? dimana sih ? dan apah sih motiv nya ? mungkin pertanya"an di atas ada di benak para blogger semua. Di florida amerika serikat ada kelompok yang menamakannya dirinya Dove World Outreach Center. Dan kelompok ini lah yang mempunyai rencana membakar al-quran sedunia
Klasemen Liga Super Indonesia
No Tim M M S K SG Nilai
1 DELTRAS 2 2 0 0 7 - 2 6
2 PERSISAM 2 2 0 0 5 - 3 6
3 PSM 2 2 0 0 2 - 0 6
4 PERSIPURA 2 1 1 0 6 - 1 4
5 SP 2 1 1 0 4 - 1 4
6 PERSELA 2 1 1 0 2 - 1 4
7 AREMA 2 1 0 1 6 - 2 3
8 PELITA 2 1 0 1 4 - 5 3
9 BONTANG FC 2 1 0 1 2 - 6 3
10 PERSIBA 2 0 2 0 2 - 2 2
11 PSPS 1 0 1 0 2 - 2 1
12 PERSIJA 1 0 1 0 2 - 2 1
13 PERSIBO 1 0 1 0 1 - 1 1
14 PERSIJAP 2 0 1 1 1 - 2 1
15 PERSIB 2 0 1 1 2 - 5 1
16 PERSEMA 2 0 0 2 3 - 5 0
17 SRIWIJAYA 2 0 0 2 1 - 4 0
18 PERSIWA 2 0 0 2 0 - 9 0
Klasemen Liga Inggris
No Tim M M S K SG Nilai
1 Chelsea 7 6 0 1 23 - 2 18
2 Man.City 7 4 2 1 9 - 3 14
3 Man. Utd 7 3 4 0 16 - 9 13
4 Arsenal 7 3 2 2 16 - 7 11
5 Tottenham 7 3 2 2 8 - 6 11
6 WBA 7 3 2 2 9 - 12 11
7 Stoke City 7 3 1 3 8 - 9 10
8 Villa 7 3 1 3 9 - 12 10
9 Blackpool 7 3 1 3 11 - 15 10
10 Fulham 7 1 6 0 8 - 7 9
11 Sunderland 7 1 5 1 7 - 7 8
12 Bolton 7 1 5 1 10 - 11 8
13 Blackburn 7 2 2 3 7 - 8 8
14 Wigan 7 2 2 3 4 - 13 8
15 Newcastle 7 2 1 4 10 - 10 7
16 Birmingham 7 1 4 2 7 - 10 7
17 Everton 7 1 3 3 6 - 7 6
18 Liverpool 7 1 3 3 7 - 11 6
19 Wolverhampton 7 1 2 4 7 - 12 5
20 West Ham 7 1 2 4 5 - 14 5
 
Copyright © Chilao News Powered by: Blogger.com
Template By: Ikhsan Hafiyudin

Dapatkan Berita Terbaru Dari Chilao News , langsung ke email anda !